. Abu Vulkanik Merapi Jadi Bahan Bikin Patung :: Sapaan Merpati

Senin, 06 Juni 2011

Abu Vulkanik Merapi Jadi Bahan Bikin Patung

Post views: counter

TRIBUNNEWS.COM, MAGELANG - Pria berusia 37 tahun bernama Nuryanto ini punya pegangan hidup khas. "Sejatining urip iku sing isoh nggawe urup-urup," tuturnya. Makna kalimat tersebut, menurutnya, 'hidup sejati itu jika bisa memberikan manfaat bagi lingkungan sesuai bidang masing-masing'.

Nuryanto merupakan seniman asal Dusun Jowahan, Wanurejo, Borobudur, Kabupaten Magelang, Jateng. Saat ditemui Tribun Jogja di rumahnya, Senin (6/6/2011), ia mengisahkan perjuangannya merintis usaha karya seni yang diproduksi atas inspirasi tentang Candi Borobudur.

Saat masih duduk di kelas 5 SD, Nuryanto sudah menekuni dunia usaha. "Saat itu saya membiayai sekolah saya dengan hasil berjualan es lilin di kawasan Candi Borobudur," kenangnya.

Kala itu, pada mata pelajaran keterampilan di sekolah, ia selalu mendapatkan nilai tertinggi. Karya awal yang ia buat saat itu jenis permainan 'kaleng kuda-kudaan', yaitu kaleng bekas yang di bagian atasnya dibentuk kuda, sehingga saat digerakkan maju-mundur kuda tersebut bergerak bagai kuda berlari.

"Akhirnya saya berinisiatif membuat banyak, dan saya jual di kawasan Candi Borobudur. Ternyata sangat laku," kata Nuryanto, yang tak berasal dari keluarga seniman melainkan petani.

Kemudian, tatkala duduk di kelas 1 SMP, ia mempunyai lima 'karyawan' untuk membantu membuat mainan-mainan tersebut. Namun, karena karyanya tersebut ditiru banyak orang, Nuryanto akhirnya berinisiatif membuat karya baru, berupa ukiran bambu. Ternyata karya kedua itu juga ditiru orang lain.

Untuk memperdalam keterampilannya, Nuryanto sempat berhenti sekolah demi belajar seni di sebuah gerai seni di Kota Yogyakarta. Setelah merasa cukup menimba ilmu di Yogyakarta, Nuryanto kembali ke desa, dan membuat karya seni baru berupa kerajinan topeng terbuat dari keramik, yang kemudian dilirik perusahaan keramik di Tangerang, Provinsi Banten.

Karya demi karya pun terus ia kembangkan sesuai situasi dan kondisi. Baginya, setiap momen merupakan saat memunculkan sebuah karya baru. "Cara pandang saya dengan orang biasa, berbeda. Mungkin kita sama-sama datang ke tempat pesta perkawinan, tapi cara berpikir kita beda. Saya memandangnya, bagaimana menciptakan karya yang memberikan manfaat untuk pesta perkawinan tersebut," katanya mencontohkan.

Bapak tiga anak ini akan merasa puas bila hasil karanya dapat memberikan manfaat bagi orang lain. "Kalau tujuan utama seni hanya mencari uang, hasilnya tidak akan maksimal. Tapi bila tujuannya untuk kepentingan masyarakat banyak, dengan sendirinya uang akan mengalir," tutur Nuryanto.

Selama sekitar 30 tahun berkarya, ia telah memberikan manfaat kepada banyak masyarakat sekitar, antara lain 50 orang karyawan yang bekerja di pabriknya. Selain itu, sekitar 200 kios di kawasan Candi Borobudur menjual karya-karya Nuryanto. Desanya pun telah ditetapkan oleh Pemkab Magelang sebagai salah satu desa wisata di bidang kerajinan.

Sejak beberapa waktu lalu, tak jarang ia mendapatkan pesanan pembuatan suvenir dari orang- orang Amerika Serikat, Eropa dan negara-negara lain. "Kemarin baru saja mendapatkan pesanan dari parlemen Jepang untuk membuatkan tempat bolpoin di saku jas resmi. Tapi itu tidak dipublikasikan, karena hak ciptanya milik mereka sedangkan saya hanya membuat barangnya," ungkap Nuryanto.

Adanya bencana erupsi Gunung Merapi, akhir tahun lalu, pun dimanfaatkan Nuryanto. Ia mengambil sisa serbuk batu atau abu vulkanik Merapi untuk dijadikan karya seni berupa kerajinan patung. Ia juga menggunakan limbah kayu yang terseret banjir lahar dingin, antara lain untuk tempat buah-buahan.

Nuryanto menghitung, dari modal awal hanya Rp 47.000 yang ia peroleh saat berjualan es lilin di Candi Borobudur, kini seluruh asetnya mencapai sekitar Rp 3 miliar. Wujudnya, galeri seni beserta isi, rumah dan segala perlengkapannya, mobil, serta tabungan.

http://id.berita.yahoo.com/abu-vulkanik-merapi-jadi-bahan-bikin-patung-032809905.html;_ylt=AtGjLOxumgvzQ80XU6b2IF.EV8d_;_ylu=X3oDMTM5MXV0bWFzBHBrZwNlZGNlYmVjMC1lNmI4LTNhYjMtYmIyMi00NTMxMzYxNGU1OGUEcG9zAzMEc2VjA01lZGlhVG9wU3RvcnkEdmVyAzJhYzlhMmUwLTkwYjYtMTFlMC05ZWZmLTIxYjIzMDk0ZGZmOQ--;_ylg=X3oDMTIxZTd0Z3ZkBGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDBHBzdGNhdANpbnRlcm5hc2lvbmFsBHB0A3NlY3Rpb25zBHRlc3QD;_ylv=3

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

cursor

Ryosuke Yamada - Hey! Say! JUMP
 
Copyright © 2010 Sapaan Merpati | Design by : Rinda's Blog Author by YOUR NAME'S HERE :)